Minggu, 03 November 2013

Opini Konyol Tentang Pemilik Gudang Garam dan Djarum


rokok ternikmat sepanjang masa
Dari Indonesia, majalah terbitan Amerika Serikat itu menempatkan Rahman Halim (pemilik PT Gudang Garam Tbk) dan Budi Hartono (pemilik PT Djarum). Rahman Halim dan keluarga bertengger di posisi 538 dengan kekayaan US$ 1,9 miliar (Rp 17,29 triliun). Budi Hartono menempati posisi 664 dengan kekayaan sebesar US$ 1,5 miliar (Rp 13,65 triliun).









images (198×254)
rokok rasa teraneh sepanjang masa
Ini obrolan gw sama temen gw sih bisa dibilang ga penting. Awalnya kita lagi ngerokok kebetulan produk Gudang Garam. Panggil aja temen gw Arif (Nama samaran). Awalnya sih bahasa sunda biar ga kagok gw translate jadi bahasa Indonesia.

G : Gw
A : Arif
G : Kepikiran ga rip tujuan idup pemilik GG sama Djarum itu apa?
A : Gw juga bingung. Duit banyak, istri punya, anak ada, rumah banyak, mobil banyak. Bisa dibilang surga dunia udah mereka kuasain.  Didunia ngapain lagi paling tinggal mikirin  urusan akherat.




Ada benernya juga nih kata si Arip. Orang kaya maksimal, di dunia ngapain lagi? Minta apa apa tinggal beli. Paling tinggal mikirin ibadah buat bekal di akherat.

Berkat google gw jadi tau ternyata PT. Gudang garam itu bukan cuma pabrik rokok, diantaranya kelapa sawit, sektor jasa keuangan, perbankan, properti, ritel, kertas kemasan, plastik, perusahaan investasi, hingga industri kimia juga. Ini mungkin usaha besarnya saja. Belum si Rahman Halim ini ngewarung yang isinya jual rokok berbagai jenis yg bermerk Gudang Garam sementara Budi Hartono si pemilik PT. Djarum menjual rokok berbagai macam rasa, varian, jenis yang bermerk Djarum.

Yang jadi pertanyaan, apa yang akan dilakukan dengan uang uang itu? Apa mereka makan dengan uang sebanyak itu? Apa anak anaknya tiap hari dikasih jajan 100 juta lalu uang tersebut harus dihabiskan dalam sehari. Kalo ga abis entar digebukin? Memang pasti jawabannya uang tersebut akan digunakan untuk masadepan kelak. Tapi gw yakin sama pabrik rokok aja, mereka bisa menghidupi keluarganya bahkan sampai anak cucunya.

Memang perusahaan seperti kelapa sawit, jasa keuangan, plastik dll dibutuhkan oleh masyarakat. Namun bagaimana jika perusahaan tersebut dibagi bagi kepada orang yg tidak terlalu kaya dan punya pendidikan cukup untuk mengatur perusahaan. Mungkin itu akan membantu tingkat kesibukan si Pemilik. Pahala juga dapetkan kalo bagi bagi perusahaan gitu buat bekal akhirat. Tapi masalahnya mungkin ga si pemilik bagi bagi perusahaan Cuma Cuma? TIDAK.

Banyak orang meninggal gara gara pecandu rokok yang menyebabkan penyakit kritis. Apa mereka akan bertanggung jawab atas kematian orang tersebut? Di dunia maupun  di akhirat? Logis ga kalo duit yang banyak itu mereka gunakan untuk memberi santunan kepada keluarga yang meninggal akibat rokok? Dapet pahala juga kan tuh. Nabung buat akhirat lagi.
JUST OPINI

Tambahan pertanyaan untuk perokok :
Bisakah anda mendeskripsikan enaknya rokok itu darimana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar