![]() |
| rokok ternikmat sepanjang masa |
Dari Indonesia, majalah terbitan Amerika Serikat itu
menempatkan Rahman Halim (pemilik PT Gudang Garam Tbk) dan Budi Hartono
(pemilik PT Djarum). Rahman Halim dan keluarga bertengger di posisi 538 dengan
kekayaan US$ 1,9 miliar (Rp 17,29 triliun). Budi Hartono menempati posisi 664
dengan kekayaan sebesar US$ 1,5 miliar (Rp 13,65 triliun).
| rokok rasa teraneh sepanjang masa |
Ini
obrolan gw sama temen gw sih bisa dibilang ga penting. Awalnya kita lagi
ngerokok kebetulan produk Gudang Garam. Panggil aja temen gw Arif (Nama
samaran). Awalnya sih bahasa sunda biar ga kagok gw translate jadi bahasa
Indonesia.
G : Gw
A : Arif
G :
Kepikiran ga rip tujuan idup pemilik GG sama Djarum itu apa?
A :
Gw juga bingung. Duit banyak, istri punya, anak ada, rumah banyak, mobil
banyak. Bisa dibilang surga dunia udah mereka kuasain. Didunia ngapain lagi paling tinggal
mikirin urusan akherat.
Ada
benernya juga nih kata si Arip. Orang kaya maksimal, di dunia ngapain lagi?
Minta apa apa tinggal beli. Paling tinggal mikirin ibadah buat bekal di akherat.
Berkat google gw jadi tau ternyata PT. Gudang garam itu bukan
cuma pabrik rokok, diantaranya kelapa sawit, sektor jasa keuangan, perbankan,
properti, ritel, kertas kemasan, plastik, perusahaan investasi, hingga industri
kimia juga. Ini mungkin usaha besarnya saja. Belum si Rahman Halim ini
ngewarung yang isinya jual rokok berbagai jenis yg bermerk Gudang Garam
sementara Budi Hartono si pemilik PT. Djarum menjual rokok berbagai macam rasa,
varian, jenis yang bermerk Djarum.
Yang jadi pertanyaan, apa yang akan dilakukan dengan uang
uang itu? Apa mereka makan dengan uang sebanyak itu? Apa anak anaknya tiap hari
dikasih jajan 100 juta lalu uang tersebut harus dihabiskan dalam sehari. Kalo
ga abis entar digebukin? Memang pasti jawabannya uang tersebut akan digunakan
untuk masadepan kelak. Tapi gw yakin sama pabrik rokok aja, mereka bisa
menghidupi keluarganya bahkan sampai anak cucunya.
Memang perusahaan seperti kelapa sawit, jasa keuangan,
plastik dll dibutuhkan oleh masyarakat. Namun bagaimana jika perusahaan
tersebut dibagi bagi kepada orang yg tidak terlalu kaya dan punya pendidikan
cukup untuk mengatur perusahaan. Mungkin itu akan membantu tingkat kesibukan si
Pemilik. Pahala juga dapetkan kalo bagi bagi perusahaan gitu buat bekal akhirat.
Tapi masalahnya mungkin ga si pemilik bagi bagi perusahaan Cuma Cuma? TIDAK.
Banyak orang meninggal gara gara pecandu rokok yang
menyebabkan penyakit kritis. Apa mereka akan bertanggung jawab atas kematian
orang tersebut? Di dunia maupun di
akhirat? Logis ga kalo duit yang banyak itu mereka gunakan untuk memberi
santunan kepada keluarga yang meninggal akibat rokok? Dapet pahala juga kan
tuh. Nabung buat akhirat lagi.
JUST OPINI
Tambahan pertanyaan untuk perokok :
Bisakah anda mendeskripsikan enaknya rokok itu darimana?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar